27 September 2012

KEUTAMAAN SABAR




Sabar memiliki kedudukan tinggi yang mulia dalam agama Islam. Oleh karena itu, Al Imam Ibnul Qayyim mengatakan bahwa sabar setengah dari keimanan dan setengahnya lagi adalah syukur. Lebih jelasnya, akan diuraikan beberapa penyebutan ash-shabr dalam Al Qur’an dengan uraian yang ringkas sebagai berikut:

1. Sabar Merupakan Perintah Mulia Dari Rabb Yang Maha Mulia
Allah SWT berfirman :  “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..” (QS. Al-Baqarah: 153)
dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:  “Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,..…” (QS.Ali Imran: 200)

Konteks (kandungan) dari kedua ayat diatas menerangkan bahwa sabar merupakan perintah dari Allah SWT. Sabar termasuk ibadah dari ibadah-ibadah yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Terlebih lagi, Allah SWT kuatkan perintah sabar tersebut dalam ayat yang kedua. Barangsiapa yang memenuhi kewajiban itu, berarti ia telah menduduki derajat yang tinggi di sisi Allah SWT

2. Pujian Allah SWT Terhadap Orang-Orang Yang sabar
Allah SWT memuji mereka sebagai orang-orang yang benar dalam keimanannya. Sebagaimana firman-Nya: “….. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar (imannya). Dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 177)

Dalam kitab Madarijus Salikin 2/152 Al Imam Ibnul Qayyim, mengutarakan bahwa ayat yang seperti ini banyak terdapat dalam Al Qur’an. Sehingga keberadaan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah adalah benar-benar menjadi barometer keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

3. Mendapat Kecintaan Dari Allah SWT
Semua orang yang beriman berharap menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.  Dan Allah mengabarkan kepada hamba-Nya bahwa golongan yang mendapatkan kecintaan-Nya adalah orang-orang yang sabar terhadap ujian dan cobaan dari-Nya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya  “…....., dan Allah itu menyukai/mencintai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146)

.Dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, seperti tertulis dalam firman-Nya:  “…..…dan bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Yang dimaksud dengan Allah bersama orang-orang yang sabar adalah penjagaan dan pertolongan Allah SWT selalu menyertai orang-orang yang sabar.  Sebagaimana pula diterangkan dalam hadits berikut ini: 
“Ketahuilah olehmu! Bahwasannya datangnya pertolongan itu bersama dengan kesabaran.” (HR. At Tirmidzi, dari shahabat Ibnu ‘Abbas ra)

4.. Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang Yang Sabar
Allah SWT senantiasa mencurahkan shalawat, rahmat dan hidayah-Nya kepada orang-orang yang sabar. Karena jika mereka ditimpa ujian dan cobaan dari Allah mereka kembalikan urusannya kepada Sang Pencipta, yang memilikinya.

Sifat mulia yang dimiliki orang yang sabar ini dikisahkan oleh Allah dalam firman-Nya disurah Al Baqarah, ayat 156-157 :  “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji�uun (esungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya-lah kami kembal). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Atas dasar ini, bila kita ditimpa musibah baik besar maupun kecil, dianjurkan mengucapkan kalimat ini, dan ini yang dinamakan dengan kalimat istirja’ (pernyataan kembali kepada Allah SWT). Kalimat istirja’ akan lebih sempurna lagi jika ditambah setelahnya dengan do’a yang diajarkan oleh baginda Nabi Muhammad saw  sebagai berikut :“Ya Allah, berilah ganjaran atas musibah yang menimpaku dan gantilah musibah itu yang lebih baik bagiku.”
Barangsiapa yang membaca kalimat istirja’ dan berdo’a dengan do’a di atas niscaya Allah SWTakan menggantikan musibah yang menimpanya dengan sesuatu yang lebih baik. (Hadits riwayat Al Imam Muslim 3/918 dari shahabiyah Ummu Salamah.)

Suatu ketika Ummu Salamah ditinggal suaminya Abu Salamah yang mati syahid di medan perang (jihad). Kemudian beliau mengucapkan do’a ini, sehingga Allah SWT memenuhi janji-Nya dengan memberikan pendamping (jodoh) baginya dengan sebaik-baik pendamping yaitu Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan mengingkari janji-Nya.

5.. Mendapatkan Ganjaran Yang Lebih Baik Dari Amalannya
Allah SWT memberikan ganjaran bagi orang yang sabar melebihi usaha atau amalan yang ia lakukan. Sebagaimana firman-Nya :
“……Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.  “ (An Nahl: 126)

Dalam ayat lainnya, Allah SWT menjanjikan akan memberikan jaminan kepada orang yang sabar dengan ganjaran tanpa hisab (tanpa batas). Sebagaimana firman-Nya :  “Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.    (Az Zumar: 10)

6.. Mendapat Ampunan Dari Allah SWT
 Selain Allah memberikan ganjaran yang lebih baik dari amalannya kepada orang yang sabar, Allah juga memberikan ampunan kepada mereka. Sebagaimana tertulis dalam firman-Nya : ”kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”. (Hud: 11)

Dari
�Aisyah, beliau berkata: “Rasulullah saw bersabda:  “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim, melainkan Allah SWT telah menghapus dengan musibah itu dosanya. Meskipun musibah itu adalah duri yang menusuk dirinya.” (HR. Al-Bukhari no. 3405 dan Muslim 140-141/1062)

7.. Mendapat Martabat Tinggi Di Dalam Surga
Anugerah yang lebih besar bagi orang-orang yang sabar adalah berhak mendapatkan martabat yang tinggi dalam Surga. Allah SWT berfirman : “Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. (Al Furqaan: 75)

8.. Sabar Adalah Jalan Terbaik
Semua uraian di atas menunjukkan bahwa sabar ialah jalan yang terbaik bagi siapa saja yang menginginkan kebaikan dunia dan akhiratnya.

Dari shahabat Shuhaib bin Sinan, Rasulullah saw bersabda :
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Setiap amalan akan diketahui pahalanya kecuali kesabaran, karena pahala kesabaran itu, tanpa batas. Sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan ganjaran/pahala  mereka tanpa batas.” (Az Zumar: 10)

Coba kita renungkan, bukankah kita selalu mampu untuk bisa sabar dalam menerima ujian-Nya yang berupa nikmat hidup? Mkaa sudah seharusnya kita juga harus bisa sabar dalam menerima unjian-Nya yang berupa kehilangan nikmat hidup, istilahnya, jangan mau terima yang enak-enak saja.

Jadi kita sebaiknya harus bisa bersabar dalam menghadapi segala macam ujian dalam hidup kita, terutama setelah kita mengetahui keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi hamba-Nya yang bersabar. 

HAKIKAT SABAR DAN BESAR HATI




Sabar dan berbesar hati pangkal kebahagiaan

Praktek memang tidak pernah segampang teori, apalagi dalam berbuat kebaikan di tengah cobaan. 
Tapi sampaikanlah walau hanya satu ayat (of course tentang kebaikan), sebab itu bagian dari amar makruf nahi munkar.

Sebelum masuk ke inti atau pesan postingan ini, aku punya dua ilustrasi cerita. 

Ilustrasi-ilustrasi ini bukan aku sendiri yang bikin, tapi orang lain yang aku tidak tahu siapa, 

So, untuk Anda yang mungkin adalah penciptanya, mohon keikhlasannya untuk dibagi di sini ya ^^

Yang pertama adalah cerita anak kerang yang merasa sangat kesakitan ketika sebutir pasir masuk ke dalam tubuhnya. Dia mengaduh setiap waktu dan mengeluh kepada ibunya sembari selalu menangis.
Anak kerang: “Ibu, sakit sekali rasanya, benda asing ini menyiksaku, Bu.” (sambil air matanya mengalir bercampur dengan air laut)
Ibu kerang: “Ibu tahu, Nak. Sabar, itu adalah bagian dari takdir kita untuk mersakan kesakitan ini. Sabar” (sama sedihnya dengan anaknya karena ia bisa merasakan penderitaan anaknya itu)
Anak: “Sampai kapan, Bu?” Aku sudah tidak kuat lagi menahan pedih yang menggores kulitku ini, Bu”
Ibu: “Tahan, Nak. Niscaya kau akan menjadi mendapat sesuatu yang indah seperti apa yang telah Ibu dapatkan.”

Setelah lama bersabar dalam menghadapi rasa sakitnya, akhirnya, terbentuk mutiara yang indah dan bernilai tinggi di dalam tubuh si Anak Kerang. Mutiara yang terbentuk lewat proses kesakitan panjang ini pasti memiliki harga jual lebih tinggi daripada kerang-kerang yang mungkin tidak mengalami kesakitan yang lama, tetapi mereka hanya dijadikan santapan manusia di restoran.

Sementara ilustrasi yang kedua adalah tentang seorang pemuda yang merasa hidupnya penuh dengan masalah, yang memutuskan datang kepda seorang laki-laki tua yang bijaksana.
Pemuda: “Pak tua, saya merasa Tuhan tidak lagi sayang pada saya. Banyak sekali masalah yang datang pada hidup saya. Ketika satu masalah selesai, masalah yang lain selalu datang.”
Pak Tua: “Benarkah kau merasa seperti itu?” (meninggalkan pemuda itu dan kembali dengan membawa segenggam garam dan segelas air, lalu mencampurkannya) “Ini, minumlah.”
Pemuda: (meminum dan memuntahkannya) “Asin sekali, Pak. Saking asinnya sampai rasanya pahit.”
Kemudian Pak Tua mengajaknya ke danau dekat rumahnya, dan memasukkan segenggam garam ke dalam danau, lalu mengambil segelas air dari danau tersebut.
Pak Tua: (memberikan air tersebut pada si Pemuda) “Ini minumlah. Bagaimana rasanya?”
Pemuda: “Wah, segar sekali, Pak Tua.”


Nah, aku yakin kalau kalian pasti sudah bisa menarik hikmah dan kesimpulan dari dua ilusrasi tersebut. 

Tapi aku tetep bakal lanjutin nulis, karena kalo hikmahnya tidak ditulis bareng ilustrasinya, rasanya kan bakal jadi menggantung. Bagai sayur tanpa garam :D.

Hikmah dari ilustrasi pertama adalah bahwa kesabaran akan membawa pada kebaikan. Jika si Anak Kerang itu menyerah di tengah penderitaannya, pasti tidak akan terbentuk mutiara yang berniali tinggi itu di dalam tubuhnya. Dan ibunya menasehatinya dengan berkata bahwa kesakitan seperti itu sudah menjadi takdir mereka, sebagai kerang. 
Jadi, Tuhan hanya akan memberikan cobaan kepada mereka yang pantas dan Ia yakin mampu menghadapinya. Sebagaimana Tuhan yakin bahwa semua kerang sebenarnya mampu menghadapi dan bertahan dalam kesakitan saat terbentuknya mutiara itu. 
Dengan bersabar pada cobaan, hasil yang akan didapat pasilah manis.

Sementara pada cerita kedua, hikmahnya adalah bahwa besar kecilnya hati kita dalam menerima cobaan dan musibah akan sangat berpengaruh pada bagaimana kita merasakan cobaan tersebut. Segenggam garam adalah perwakilan dari cobaan, sementara gelas dan danau adalah ibarat besarnya hati kita dalam menerima cobaan. 
Saat hati kita kecil, maka masalah akan terasa pahit atau berat. Sementara cobaan yang sama akan terasa jauh lebih mudah untk disikapi ketika kita membesarkan hati kita untuk menerimanya.

Untuk itu, sabar dan kebesaran hati akan sangat membantu kita dalam menghadapi masalah dan takdir yang mungkin dirasa kurang menyenangkan dalam hidup kita. Padahal jika kita pahami “Allah SWT tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia” Seburuk apapun takdir kita, pasti ada hikmah yang manis dibalik itu semua, yang kelak akan menjadikan kita makhluk yang lebih baik ke depannya.


Mengapa Allah memberikan kita cobaan hidup yang datangnya bertubi-tubi? 
Karena itu adalah wujud anugerah yang terindah dari Allah untuk kita agar kita lebih bersabar dalam hidup ini. 
Sabar adalah satu kata yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilakukan karena membutuhkan latihan terus menerus. 
Banyak orang yang jatuh terpuruk dan tidak dapat bangkit lagi karena tidak mampu bersabar dalam menghadapi cobaan hidup maupun menanti ridha Allah. 
Namun bila kita bisa bersabar maka banyak rahmat & nikmat Allah yang akan kita terima.


Innalaha ma'a shobirin :) :) :)


CINTA YANG AGUNG



adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih PEDULI terhadapnya

adalah ketika dia TIDAK MEMPEDULIKANMU dan kamu masih MENUNGGUNYA dengan SETIA

adalah ketika dia MULAI MENCINTAI ORANG LAIN dan kamu masih bisa TERSENYUM sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu...'

Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKANLAH dirimu...
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya, dan terbang ke alam bebas lagi!

Ingatlah, bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya!!!


#Khalil Gibran

DIAKAH JODOH ANDA

Pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your SoulMate, Arian Sarris memberikan rahasianya:

Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar.Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!

Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat ? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.

Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...

Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan.
Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.

Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah?
Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit... Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...

Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya. Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya...

Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.

Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan !

Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya? :) :) :)

26 September 2012

Mengingat Kematian



''Perbanyaklah olehmu untuk mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.'' (HR Ahmad). 

Kematian merupakan kepastian. Tak seorang pun dapat menghindar dan melepaskan diri dari cengkeramannya. Firman Allah SWT, ''Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada
(Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata.'' (Al-Jum'ah: 8).

Meskipun demikian, manusia pada umumnya tidak suka, bahkan sangat takut pada kematian. Bagi sebagian orang, kematian sangat menakutkan. Mereka membayangkan kematian sebagai peristiwa yang amat tragis dan mengerikan. Dalam buku Mizan al-'Amal, Imam Ghazali menjelaskan beberapa alasan
mengapa manusia takut terhadap kematian. 

Pertama, karena ia ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini lebih lama lagi. 
Kedua, ia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang dicintai, termasuk harta dan kekayaannya yang selama ini dikumpulkannya dengan susah payah. 
Ketiga, karena ia tidak tahu keadaan mati nanti seperti apa. Keempat, karena ia takut pada dosa-dosa yang selama ini ia lakukan.
Walhasil, manusia takut karena ia tidak pernah ingat kematian dan tidak mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kehadirannya. Manusia, kata Ghazali, biasanya ingat kematian hanya kalau tiba-tiba ada jenazah lewat di depannya. Seketika itu, ia membaca istirja': ''Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'' Namuan, istirja' yang dibaca itu hanyalah di mulut saja, karena ia tidak secara benar-benar ingin kembali kepada Allah dengan ibadah dan amal saleh. 

Jadi, kalau demikian, agar tidak alergi dan fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus
sering-sering ingat kematian. Menurut Ghazali, ingat kematian akan menimbulkan berbagai kebaikan. Di antaranya, membuat manusia tidak ngoyo dalam mengejar pangkat dan kemewahan dunia. Ia bisa menjadi legawa (qona'ah) dengan apa yang dicapainya sekarang, serta tidak akan
menghalalkan segala cara untuk memenuhi ambisi pribadinya. 


Kebaikan lain, manusia bisa lebih terdorong untuk bertobat alias berhenti dari dosa-dosa, baik dosa
besar maupun dosa kecil. 

Lalu, kebaikan berikutnya, manusia bisa lebih giat dalam beribadah dan beramal saleh sebagai bekal untuk kebaikannya di akhirat kelak. Dengan berbagai kebaikan ini, orang-orang tertentu seperti kaum sufi tidak takut dan tidak gentar menghadapi kematian. Mereka justru merindukannya, karena hanya lewat kematian mereka dapat menggapai kebahagiaan yang sebenar-benarnya, yaitu berjumpa dengan Allah
dalam ridha dan perkenan-Nya.

Inilah anugerah dan kabar gembira dari Allah kepada mereka. Firman-Nya, ''Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah
kamu merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu'.'' (Fushshilat: 30).


By Iesje Rositha

06 September 2012

Rumput Tetangga Tak Selalu Lebih Hijau



Rumput memang hijau tetapi ada juga rumput yang berwarna kuning. Karena tak pernah dirawat dan termakan oleh kilauan matahari. Begitu pula dengan sebuah hubungan bila tak dirawat maka akan menjadi "waste time"

Seringkah kamu merasa? Kadang dalam kehidupan ini banyak hal dari pasangan kita yang kita rasa kurang.
Dan kadangkala kita menemukan kelebihan itu pada orang lain.

Seringkah kita berkata "kenapa aku dulu tak menikah dengannya saja?" atau bahkan berjanji kepada seseorang cinta yang baru "jika dirimu sudah menjanda atau menduda, aku mau menikahimu, aku mau dinikahimu".


Tapi taukah kamu... Segala sesuatu itu diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan. Karena dengan itu kita bisa berpikir dan menyadari bahwa Tuhan itu ada. Dan menjauhkan kita dari sifat sombong. 
Karena disitulah letak warna-warni kehidupan.

Banyak pasangan yang diciptakan dengan tidak sama. Baik sifat maupun fisik dari pasangan itu
Kita sering berkata "kok suamiku/istriku nggak setia ya?, "Kok dia lebih lembut ya?", "kok dia suka marah ya?"
'Kok suamiku, istriku seperti anak kecil ya?", "kok dia sering bikin aku BT ya" Dan masih banyak lagi.

Bila semua itu memang sedang kamu rasakan. Mempunyai pasangan yang kamu rasa selalu kurang. Bersikaplah jangan menyalahkan pasangan. Lebih baik kamu MENERIMA DIA APA ADANYA.

Karena kamu TELAH MEMILIHNYA dengan segala konsekuensi yang sudah kamu tahu sebelumnya. Belajarlah untuk menguasai hubungan dengan komunikasi.

Sifat seseorang bisa berubah karena waktu atau karena seseorang. Bila dia bisa berubah karena waktu maka tunggulah waktu itu pasti akan ada. Dan bila dia lebih bisa berubah karena kamu, rubahlah dia tanpa pernah 
menekannya.

Karena pada dasarnya pasangan itu harus bisa menggabungkan semua perbedaan yang ada. Jangan pernah sekalipun berpikir untuk merubahnya secara instan. Karena kamu akan berhadapan dengan bom waktu.

Jangan pula berfikir merubah pasangan membutuhkan waktu yang lama. Walaupun dia terbentuk selama usia dia sebelum bertemu kamu (Misal sekarang dia berusia 37 tahun, maka jangan berpikir kamu akan dapat mengubahnya 37 tahun lagi).

Semua itu tergantung kemauan bersama serta cita2 untuk menggapai impian bersama. Bila impian kalian berdua sangat ingin kalian wujudkan. Maka tidaklah sulit untuk mengubah pasangan kamu. Dan kamu tidak akan lagi mengatakan "Kok rumput tetangga lebih hijau ya"

Terinspirasi dari Dewi R. & Destamrini. 
Terimakasih, telah membuat aku belajar memiliki cinta dewasa.

Sumber : thank's mbak Hapsari

Jenuh



Hidup ini...  Naik dan turun. Ada kalanya baik, ada kalanya tidak baik. 
Ada kalanya menang, dan ada kalanya kalah. 
Ada kalanya kita di atas dan ada kalanya di bawah. 
Ada kalanya begitu banyak hal baik datang. 
Ada kalanya hal buruk datang bertubi-tubi.

Hidup ini... Unik. 

Begitu unik. Semakin kesana, tekanan semakin nyata.
Berputar dan bergoncang semakin keras. Bisa datang seketika. 

Mengejutkan...

Sakit memang...
Saat-saat dimana kita
Gagal mencapai apa yang terbaik.
DIBOHONGI oleh orang yang paling kita percaya.
DIKHIANATI oleh teman sendiri.
Dipandang rendah oleh orang lain.

Atau mungkin
kehilangan orang yang kita cintai

Banyak...
Terlalu banyak hal yang bisa membuat sakit.
Terlalu banyak hal yang berpotensi membuat kita kecewa.

Hidup tetap harus jalan terus. 

Jadi, bertahanlah menghadapi tekanan.
Berpikirlah bahwa ada sesuatu yang baik di depan sana. 

Percayalah bahwa kemenangan masih ada... Selama kamu tidak menyerah untuk mencapainya.

Kekalahan muncul bukan ketika kamu kurang baik ketika dibandingkan dengan orang lain.
Kekalahan muncul ketika kamu berhenti untuk berusaha... di saat kesempatan masih ada.

Lumpur Surga

Bismillahirrohmanirrohim... Baru pertama kali bikin Lumpur Surga, setelah sekian bulan pingin bikin karena melihat postingan moms Iren. Alha...