15 April 2012

Hidup menyenangkan dengan BerSyukur

• Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.
• Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu – Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
• Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu – Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.
• Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.
• Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.
• Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.
• Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.
• Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu – Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.
• Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Nilai dari Diri Kita

Sahabat, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, diacuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.

Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. Seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.

Akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.

Percayalah, apapun yang terjadi, atau bakal terjadi, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf. Kita tetap tak ternilai di mata Allah.

Ketika Kita

Ketika kerja kita tdk dihargai,
saat itulah kita belajar tentang KETULUSAN.

Ketika usaha kita dinilai tdk penting,
saat itulah kita belajar tentang KEIKHLASHAN.

Ketika hati kita terluka sangat dalam,
saat itulah kita belajar tentang MEMA'AFKAN.

Ketika kita harus lelah dan kecewa,
saat itulah kita belajar tentang KESUNGGUHAN.

Ketika kita merasa sepi dan sendiri.
saat itulah kita belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kita harus membayar biaya yg sebenarnya tdk perlu kita tanggung,
saat itulah kita sedang belajar tentang BERMURAH HATI.

Tetaplah sabar. Teruslah bersemangat..!!
Selalulah tersenyum!
Teruslah belajar dari pengalaman,
karena kita sedang... Menimba ILMU KEHIDUPAN..!

ALLAH Subhanallahu wa ta’ala menaruh kita ditempat kita sekarang ini bukan karena Kebetulan...!!
Akan tetapi DIA punya maksud yang TERINDAH utk kita

Aku minta kepada Allah setangkai bunga segar,
Allah memberiku kaktus berduri ...

Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik,
Allah memberiku ulat berbulu …

Aku sedih, kecewa dan bertanya tanya ...
Betapa tidak adilnya Allah kepadaku

Namun seiring dengan berjalannya waktu ...
Kaktus itu berbunga indah ... Bahkan sangat indah...!
Dan ulat berbulu itu tumbuh dan berubah, menjadi kupu kupu yang amat cantik...!

"Sesungguhnya diantara hamba-hambaKU ada yang imannya tidak menjadi baik kecuali dengan kefakiran. Jika AKU lapangkan rezekinya, maka imannya akan rusak.

Diantara hamba-hambaKU ada yang imannya tidak menjadi baik melainkan dengan kondisi kaya. Jika AKU membuatnya fakir, pasti imannya rusak.

Diantara hamba-hambaKU ada yang imannya tidak menjadi baik melainkan dengan kondisi sakit. Seandainya AKU sehatkan, imannya pasti rusak.

Inilah jalan Allah ...
Semua indah pada waktunya ...
Allah tidak memberi apa yang kita inginkan,
Tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan... Subhanallah.

Aku mengatur hamba-hambaKU dengan pengetahuanKU terhadap apa yang ada dalam HATI mereka.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Lembut."

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.?"

02 Maret 2012

Tas Gratiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssss

GAK ADA YANG MAU INI????????
Bohong kalau gak mau... GRATISSSSS looohhh....
Mau dapetinya? Mampir ke kantor keduaku yuuuukkkkk......... d'BCN
http://www.dbcn-kantorkedua.com/?id=windi

Scrafft Mahal GRATIS

Siapa coba yang gak mupeng.com begitu lihat scrafft Cantik ini... Ada yang mau? 




Cekidot di kantor keduaku d'BCN ^^
http://www.dbcn-kantorkedua.com/?id=windi

d'BCN - Kantor Keduaku

Menambah Saudara Jilid 1
With windipurwosaputri.fb (bukan fm yg kaya' radio... :D :D :D)

Kebayangkan? Betapa senengnya jk saudara kita bertambah…
Nambah musuh bisa! Oh nooooo…
Saudara? Sulittttttttnyaaaaaaa minta ampun...

Tapi bagaimana caranya?
Apalagi nambah saudara di luar kota… Bisa mampir ke rumahnya… Asyiiiiiiiiikkkkkkkkk... ^^

Saudaraku bertambah...
Ada Mbak Erna Nugroho & mbak Astri Yanuarty Dewi, Jakarta. Mbak Wong Fie Fie, Tangerang. Mbak Devi Luftiyani, Cirebon. Mbak Agustina Leung, Yogjakarta...

Kok bisa??? Ya bisa dooooooooong...
Dimana lagi kalau bukan dikantor keduaku... d'BCN^^

Mau nambah saudara seperti aku?
Saudaranya nambah, rejekinya juga nambah...
Yuuuuuukkk... Cekidooooooooot...

http://www.dbcn-kantorkedua.com/?id=windi

01 Maret 2012

MENGELOLA EMOSI UNTUK KEBAIKAN DIRI SENDIRI

“Kesadaran Diri Untuk Tidak Kehilangan Kendali Emosi Positif, Saat Diri Harus Terhubung Dengan Energi Dan Emosi Negatif, Merupakan Kunci Sukses Dalam Pengelolaan Emosi Baik.” – Djajendra

“Jangan Pernah Membiarkan Keadaan Dari Luar Diri Anda, Menjadi Mampu Mengelola DiriAnda, Dan Membuat Suasana Hati Anda Menjadi Kurang Damai Atau Kurang Bahagia.” – Djajendra
Bila emosi diri terkelola dalam kecerdasan emosional yang konsisten, maka diri akan selalu hidup dalam perasaan bersyukur; dalam perasaan berterima kasih kepada realitas; dalam perasaan yang memuji dan memberi kepercayaan diri kepada orang lain; dalam perasaan sukses untuk suasana hati bahagia; dalam doa dan renungan hidup yang selalu mengingat keterbatasan diri dan kebesaran pencipta.
Mengelola emosi diri sendiri seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari, dan tidak boleh terhenti oleh tantangan kehidupan yang dihasilkan dari perilaku kehidupan sosial yang selalu pasti tidak cerdas emosional.
Biasanya, seseorang sangat rajin dan bekerja keras untuk mengelola emosi positif. Tapi, saat dia mulai lagi berinteraksi dengan energi negatif yang ada di berita atau tayangan  tv, koran, radio, majalah, internet, dan juga dari teman-teman pembawa berita negatif. Maka, pada akhirnya, dia tidak dapat mengendalikan pengaruh energi negatif. Kondisi ini akan membuat emosi negatif di dalam dirinya semakin berkuasa dengan cara menenggelamkan energi emosi positif.
Kesadaran diri untuk tidak kehilangan kendali emosi positif, saat diri harus terhubung dengan energi dan emosi negatif, merupakan kunci sukses dalam pengelolaan emosi baik.
Kita semua pasti sangat memahaminya bahwa tidaklah mungkin diri kita terhindarkan dari kekuatan emosi negatif, dan juga dari kekuatan energi negatif kehidupan. Karena, kehidupan ini secara umum, di dunia bagian manapun, kelihatannya lebih suka membicarakan dan mendengarkan hal-hal negatif, yang cendrung mengundang energi negatif ke dalam kehidupan.
Orang-orang lebih suka berdebat atau membicarakan setitik kekurangan secara berlebihan, daripada membicarakan segudang kebaikan. Saya sendiri tidak pernah dapat memahami hal ini, tapi realitas sosial memperlihatkan seperti itu. Oleh karena itu, saya berpikir bahwa perilaku kehidupan sosial sangatlah tidak mungkin menjadi cerdas secara emosional. Apalagi, dalam perilaku kehidupan sosial, kehidupan manusia sudah terkotak- kotak, melalui nilai-nilai keyakinan, yang kadangkala menimbulkan ketidakcerdasan emosional sosial.
Melihat realitas kehidupan sosial yang ada, maka diri kita ini harus memiliki kesadaran yang sangat sungguh-sungguh, untuk mengelola kecerdasan emosional diri sendiri melalui tanggung jawab diri untuk kehidupan yang lebih baik.
Jangan pernah membiarkan keadaan dari luar diri Anda, menjadi mampu mengelola diri Anda, dan membuat suasana hati Anda menjadi kurang damai atau kurang bahagia. Anda harus bangkit melalui kesadaran diri Anda, untuk memimpin kehidupan Anda, melalui nilai-nilai kehidupan yang membuat Anda cerdas emosional.
Mengelola emosi untuk kebaikan diri sendiri haruslah dimulai dari kemauan diri, untuk meningkatkan kemampuan manajemen diri melalui kesadaran diri sendiri. Oleh karena itu, mulailah dengan tenang dan penuh percaya diri, pilihlah nilai-nilai kehidupan yang Anda butuhkan. Lalu, jadikan nilai-nilai yang Anda pilih tersebut untuk menemani Anda dalam melakukan semua proses manajemen diri.

Lumpur Surga

Bismillahirrohmanirrohim... Baru pertama kali bikin Lumpur Surga, setelah sekian bulan pingin bikin karena melihat postingan moms Iren. Alha...