04 September 2012

A - Z


Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ.  Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

Yuk kita lihat apa maksudnya:

*A: Accept. *
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

*B: Believe. *
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam
hidup.

*C: Care. *
Pedulilah pada kemampuan anda meraih? apa yang anda inginkan dalam hidup.

*D: Direct. *
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

*E: Earn. *
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi
yang terbaik.

*F: Face. *
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

*G: Go. *
Berangkatlah dari kebenaran.

*H: Homework. *
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

*I: Ignore. *
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

*J: Jealously. *
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

*K: Keep. *
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

*L: Learn. *
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

*M: Mind. *
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

*N: Never. *
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

*O: Observe. *
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

*P: Patience. *
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

*Q: Question. *
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

*R: Respect. *
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

*S: Self confidence, self esteem, self respect. *
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan
kita dari saat-saat tegang.

*T: Take. *
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

*U: Understand. *
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan
anda.

*V: Value. *
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

*W: Work. *
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

*X: X'tra. *
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

*Y: You. *
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

*Z: Zero. *
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Sumber: Shanrani Crozier. Florida, USA

CINTA SEJATI



Seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan bertanya kepada dokter,
" Bisa saya melihat bayi saya ?"

Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit.
Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga !

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis.
Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Anak lelaki itu terisak-isak berkata, " Ma, seorang anak laki-laki besar mengejek saya.
Katanya, saya ini makhluk aneh."

Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.

Ibunya mengingatkan,
" Bukankah nantinya kamu akan bergaul dengan remaja-remaja lain ?"

Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya.

Dokter itu berkata, " Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya.
Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya."

Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya.

Sang ayah berkata,
" Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia."

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah.
Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan.

Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat.

Ia menemui ayahnya,
" Pa, saya harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua pada saya.
Orang itu telah berbuat sesuatu yang besar namun saya sama sekali belum membalas kebaikannya. "

Ayahnya menjawab, " Papa yakin kamu takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah
memberikan telinga itu."

Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, " Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagi kamu untuk mengetahui semua rahasia ini."

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua itu tetap menyimpan rahasia.
Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.

Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal.
Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.

Sang ayah berbisik, " Mama kamu pernah berkata bahwa Mama senang sekali bisa memanjangkan
rambutnya. Dan tak seorang pun menyadari bahwa Mama telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan ?"

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam batin.
Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat.

Cinta yang sejati tidak terletak pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada perbuatan kasih yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Sumber : UnKnow

KENTANG



Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak ( TK ) tersebut mengadakan " permainan ".
Ibu Guru menyuruh anak tiap-tiap muridnya membawa kantong plastik ransparan 1 buah dan kentang yang sudah dikukus.

Masing-masing kentang tersebut di beri nama ber dasarkan nama orang yang dibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, tergantung jumlah orang-orang yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing-masing murid membawa kentang dalam kantong plastik. 
Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan ada yang 5.

Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama orang yang dibenci. Murid-murid harus membawa kantong plastik berisi kentang tersebut kemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang-kentang pun mulai membusuk, murid-murid mulai mengeluh, apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain berat baunya juga tidak sedap. Setelah 1 minggu murid-murid TK tersebut merasa lega karena penderitaan mereka akan segera berakhir.

Ibu Guru : " Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1 minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid-murid TK tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari " permainan " yang mereka lakukan.

Ibu Guru : " Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa-bawa apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain.

Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk kemana pun kita pergi.
Itu hanya 1 minggu bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup ?
Alangkah tidak nyamannya ...


Sumber  : EA

03 September 2012

Rindu Sahabat



ketika sahabat terluka
terbukakah tangan ini untuk memeluknya?
ketika sahabat menangis 
sudikah bahu ini untuk menampung airmatanya?
ketika sahabat terpesona
mudahkah senyum manis terukir di bibir kita?
ketika sahabat gelisah
relakah waktu tersita untuk dengarkan keluh kesahnya?
ketika sahabat bahagia
tuluskah diri ini berada disisinya?
ketika sahabat bersalah
ikhlaskah kita memaafkannya?
ketika sahabat terjatuh
yakinkah kita mampu merengkuhnya?
ketika sahabat jauh di sana
rindukah hati ini akan kehadirannya?

Syukurilah Apa Yang Kita Miliki Sebelum Semuanya Hilang Karena Tidak Kita Pedulikan

KASIHILAH SELAGI BISA

Untuk mengingatkan bahwa ada orang yang menyayangi kita (mungkin) tanpa kita sadari... sampai suatu saat kita harus kehilangannya. ..... dan apakah kita harus kehilangannya lebih dahulu untuk menyadarinya. ...?

Semuanya itu disadari Lindang seorang direktur suatu perusahaan multinasional pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya.

Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya, Hapsari, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu Lindang membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat Lindang memeriksa pekerjaannya, Hapsari, putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya,
"Papa lihat !"
Lindang menengok ke arahnya dan berkata,
"Wah, buku baru ya ?"
"Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !"
"Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata Lindang dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.

Hapsari hanya berdiri terpaku di samping Lindang sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali,
"Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Hapsari".
Dengan perasaan agak kesal Lindang menjawab,
"Hapsari dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya. "
"Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa," katanya sendu.
"Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu."
"Lain kali Hapsari, sana! Papa sedang banyak kerjaan."
Lindang berusaha untuk tidak memperhatikan Hapsari lagi.

Waktu berlalu, Hapsari masih berdiri kaku di sebelah ayahnya sambil memegang erat bukunya.
Lama sekali Lindang mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Hapsari mulai lagi,
"Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka."
"Hapsari, sekali lagi Ayah bilang, lain kali!" dengan agak keras Lindang membentak anaknya.
Hampir menangis Hapsari mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali."
Tapi Hapsari kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut
tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata,

"Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Hapsari, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Hapsari juga bisa ikut dengar." Lindang hanya diam.

Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran Lindang. Lindang teringat akan Hapsari yang dengan penuh pengertian mengalah.

Hapsari yang baru berusia 3 tahun meletakkan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan, "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Hapsari bisa ikut dengar."

Dan karena itulah Lindang mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Hapsari di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. Lindang mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. Lindang sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat penting.

Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. Lindang terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Hapsari untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir.
Mungkin...


"Lakukan sesuatu untuk seseorang yang anda kasihi sebelum terlambat, karena sesal kemudian tidak akan ada gunanya lagi...

Lakukan sesuatu yang manis untuk orang-orang yang kamu kasihi, dengan waktu yang anda punya..."

" Maka syukuri lah apa yang kita miliki sebelum semuanya hilang karena tidak kita pedulikan"


Sumber: uknown

Arti Seorang Teman

Dikala suka maupun duka teman selalu memiliki arti di dalam kehidupan. Sekalipun sekedar sapaan dipagi hari, bagai embun pagi ditengah kemarau panas yang berkepanjangan. Perbuatan kecil namun memiliki makna yang berarti dalam hidup. Itulah arti seorang teman.

Wanita Shalihah


Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

MULIALAH wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim). 


Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah). Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri. Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. 


Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos" tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya. Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak. Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi. Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. 

Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman disekelilingnya. " 

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. 
Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita ^^

Sumber MQ Management

Lumpur Surga

Bismillahirrohmanirrohim... Baru pertama kali bikin Lumpur Surga, setelah sekian bulan pingin bikin karena melihat postingan moms Iren. Alha...