Bagi Anda yang memiliki aktivitas beragam, waktu adalah sebuah kebutuhan penting agar mampu menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab sesuai jadwal. Tetapi bagi sebagian besar orang, akhir-akhir ini waktu sepertinya berjalan terlalu cepat hingga mereka sudah tak mampu berbuat apa-apa untuk
'mengejarnya'.
Ilmu pengetahuan mengenai manajemen waktu yang selama ini dipercaya mampu mengatasi persoalan itu, ternyata sudah tidak mampu mengatasi pergerakan waktu yang begitu cepat berganti dari malam ke pagi, dari pagi ke sore, dari sore ke malam. Semuanya begitu cepat berlalu tanpa mampu kita sadari
bahwa manusia sebenarnya tidak pernah memiliki cukup waktu.
Teringat tentang sebuah tulisan kuno karya pemenang Nobel Sastra, Rabindranath Tagore, seorang pujangga besar yang pernah hidup pada abad kesembilan belas. Dalam tulisannya tentang waktu, Tagore berkata, "waktu tiada pernah usai di kedua tangan-Mu, oh Tuhan. Tak seorang pun menghitung menit-Mu. Siang dan malam berlalu, dan usia merekah dan luruh serupa bunga. Engkau tahu bagaimana menunggu. Abad-abad-Mu saling berlarian untuk menyempurnakan setangkai bunga liar kecil. Kami tidak punya waktu yang hilang, dan karena tak punya waktu, kami harus bergegas meraup kesempatan. Kami terlalu buruk untuk terlambat. Jadi, waktu itulah yang berlalu, sementara aku memberikannya kepada setiap orang yang bertikai tentang siapa yang memilikinya, dan altar-Mu kosong persembahan sampai akhir. Di hari kiamat, aku melangkah ketakutan kalau-kalau pintu sudah tertutup, tetapi aku mendapatinya di situ bahwa waktu memang tidak ada".
Karya Rabindranath Tagore tentang waktu, merupakan sebuah ilustrasi tempat kita berkaca dan memahami makna waktu secara sempurna. Waktu adalah ciptaan kita untuk mengatur pekerjaan dan beristirahat dalam sebuah keseimbangan yang harmonis, sehingga kita mampu menjaga keseimbangan hidup yang kita inginkan. Tetapi ketika rutinitas dan ambisi menyita semua porsi waktu, maka waktu yang kita ciptakan tersebut harus kita atur ulang lagi. Sebab, ternyata waktu yang telah kita susun sudah tidak relevan dengan kemajuan zaman.
Kemajuan teknologi telah menghilangkan makna waktu. Sekarang ini jam kerja untuk perusahaan-perusahaan dan pribadi-pribadi yang beraktivitas dalam pasar global adalah pagi, siang, dan malam. Setiap pimpinan dan staf dalam pasar yang beraktivitas dua puluh empat jam harus bisa melek dan siaga
penuh untuk memastikan bisnisnya berjalan sesuai rencana. Tidak ada lagi tempat untuk saling menyalahkan akibat waktu, setiap orang harus mampu mengatur sendiri untuk menjaga keseimbangan antara istirahat dan kerja.
Tak ada lagi alasan kemacetan jalan raya sebagai alibi keterlambatan atau turunnya kinerja. Semua orang juga mengalami hal yang sama. Mulai sekarang, bangunlah kebiasaan-kebiasaan positif yang menerima keadaan tersebut sebagai realitas yang harus di jalani. Karena manusia, adalah aset organisasi terpenting yang mampu hidup menyesuaikan diri dengan semua perubahan waktu yang terjadi.
Ketika waktu tidak pernah cukup untuk Anda, maka Anda harus segera membangun budaya kerja dengan kebiasaan baru yang efektif dan positif bagi kemajuan kinerja. Sekarang saatnya untuk membangun mental positif dalam menghadapi perubahan zaman yang mengakibatkan Anda kekurangan cukup waktu untuk bekerja secara baik. Seperti kalimat terakhir dari Tagore yang berbunyi "waktu memang tidak ada", tidak perlu lagi Anda menunda sebuah pekerjaan dengan alasan tidak ada waktu. Sebab "waktu" itu memang tidak pernah ada, yang ada adalah semangat dan motivasi Anda untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab secara sempurna.
Lantas apa yang harus di lakukan? Jawabannya adalah setiap orang harus mulai membiasakan diri untuk bekerja seperti cara orang kreatif, yaitu tidak mengenal waktu dan ruang, dan hanya bekerja berdasarkan
prinsip-prinsip kerja efektif yang berdasarkan pikiran positif, yang mampu mendukung keseimbangan hidup yang harmonis antara kerja, istirahat, olahraga, main-main, dan tidur.
20 Juni 2012
12 Juni 2012
Pertapa Muda dan Kepiting
Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.
Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.
Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit
oleh kepiting demi membantunya.
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"
"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya."
"Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, bukan?"
Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan."
Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.
Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.
Sumber : Unknow
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.
Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.
Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit
oleh kepiting demi membantunya.
Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"
"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya."
"Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, bukan?"
Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan."
Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.
Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.
Sumber : Unknow
4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup
"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray)
Tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Ada empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.
TIPE PERTAMA, TIPE KAYU RAPUH. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
TIPE KEDUA, TIPE LEMPENG BESI. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
TIPE KETIGA, TIPE KAPAS. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
TIPE KEEMPAT, TIPE BOLA PINGPONG. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.
Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali.
BANGUN NETWORK
Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.
Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.
Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya.
Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong.
Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda.
Sekuat itukah mental Anda?
Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin
CC my Soulmate Ivan Hari Iswantono
Tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Ada empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.
TIPE PERTAMA, TIPE KAYU RAPUH. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.
Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.
Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.
TIPE KEDUA, TIPE LEMPENG BESI. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.
Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.
TIPE KETIGA, TIPE KAPAS. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.
TIPE KEEMPAT, TIPE BOLA PINGPONG. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.
Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali.
BANGUN NETWORK
Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.
Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.
Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.
Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.
Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya.
Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong.
Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda.
Sekuat itukah mental Anda?
Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin
CC my Soulmate Ivan Hari Iswantono
PEMENANG KEHIDUPAN
Pemenang KEHIDUPAN adalah :
Orang yang tetap SEJUK di tempat yang PANAS
Tetap MANIS di tempat yang bagitu PAHIT
Tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi BESAR
dan tetap TENANG ditengah BADAI yang paling HEBAT
Selalulah menyertakan ALLAH dalam setiap usaha.
Selamat berikhtiar sahabat2ku, semoga kita senantiasa menjadi PEMENANG...
Orang yang tetap SEJUK di tempat yang PANAS
Tetap MANIS di tempat yang bagitu PAHIT
Tetap merasa KECIL meskipun telah menjadi BESAR
dan tetap TENANG ditengah BADAI yang paling HEBAT
Selalulah menyertakan ALLAH dalam setiap usaha.
Selamat berikhtiar sahabat2ku, semoga kita senantiasa menjadi PEMENANG...
04 Mei 2012
Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa
Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.
Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
Anda juga pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya
ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks (Perumahan), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kompleks perumahan.
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit yang jauh diluar Kompleks Perumahan, pafahal suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Luar Kota.
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Ada seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country manager di sebuah negara maju di Eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut, padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan. Ketika saya
tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa disana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging, pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang.
Dear teman2-teman sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda. Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri dan orang2 yg anda cintai.
Sumber:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama.
Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
Anda juga pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya
ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks (Perumahan), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kompleks perumahan.
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit yang jauh diluar Kompleks Perumahan, pafahal suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke Luar Kota.
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Ada seorang manager yang mendapatkan tawaran posisi sebagai country manager di sebuah negara maju di Eropa, dia mencoba menjalankannya selama 1 bulan disana, lalu bulan depannya dia kembali dan menolak jabatan tersebut, padahal fasilitas dan gaji yang diterima sangat menggiurkan. Ketika saya
tanya mengapa dia menolak, dia menjawab bahwa disana sulit sekali cari makan, dia tidak bisa kenyang kalau hanya makan roti, kentang, daging, pizza. Harus Nasi, hanya nasi yang bisa membuat dia kenyang.
Dear teman2-teman sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda. Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri dan orang2 yg anda cintai.
Sumber:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi
23 April 2012
Potensi Diri
Setiap Manusia memiliki potensi diri. Dalam
bentuk fisik, intelektual, emosional dan spiritual yang berbeda-beda
kapasitasnya. Ada
orang yang sangat intelek, tetapi emosinya tidak stabil. Yang lain emosinya
sangat terkendali tetapi intelektualitasnya kurang. Ada juga orang yang menonjol justeru potensi
spiritualitasnya . Perilaku manusia dalam keseharian mencerminkan aktualitas
dari potensi itu.
Ada orang yang
berwajah garang tetapi hatinya lembut, ada orang yang fisiknya kecil dan nampak
lemah tetapi hatinya bergejolak penuh dengan kebencian dan dendam. Demikian
juga halnya dengan corak cinta, ada seorang lelaki yang jika jatuh cinta kepada
seorang wanita, ia merasa harus menguasai dan memonopoli secara total lahir
batin, tidak boleh sedikitpun si wanita memiliki perhatian kepada selain
dirinya. Ia sangat pecemburu, dan jika ia gagal memiliki wanita yang
dicintainya itu maka ia memilih menghancurkan sang kekasih daripada harus
melihat ia dimiliki oleh orang lain. Di sisi lain, ada seorang lelaki pecinta
yang sangat penuh pengertian, ia sangat memaklumi dan sangat memaafkan atas
kekurangan sang kekasih.
Ia bukan saja tidak bermaksud menguasai tetapi justeru selalu ingin memberi kepada kekasihnya apa yang menjadi keinginannya, . Ia sangat berbahagia jika bisa memberikan kesenangan kepada kekasihnya, meski untuk itu ia menderita. Nah cinta itu ada di dalam hati. Hadis Nabi menyebutkan bahwa di dalam tubuh setiap manusia ada qalbu (hati) yang menjadi penentu kualitas manusia, jika qalbu nya baik maka seluruh ekpressinya baik, sebaliknya jika qalbu nya buruk maka buruk pula ekpressi orang itu. Orang suka berkata; dalamnya laut dapat di duga, dalamnya hati siapa yang tahu ?
Isi hati manusia sungguh sangat sangat banyak dan beragam, diantaranaya adalah cinta. Dapat dipastikan bahwa tidak ada satupun keterangan yang obyektip tentang hati manusia yang berasal dari manusia, karena semua manusia bersifat subyektif, oleh karena itu keterangan yang paling obyektif tentang hati manusia hanya yang berasal dari sang Pencipta hati itu sendiri, yaitu Alloh SWT, dan keterangan itu ada di dalam kitab suci Al-Quran.
Ia bukan saja tidak bermaksud menguasai tetapi justeru selalu ingin memberi kepada kekasihnya apa yang menjadi keinginannya, . Ia sangat berbahagia jika bisa memberikan kesenangan kepada kekasihnya, meski untuk itu ia menderita. Nah cinta itu ada di dalam hati. Hadis Nabi menyebutkan bahwa di dalam tubuh setiap manusia ada qalbu (hati) yang menjadi penentu kualitas manusia, jika qalbu nya baik maka seluruh ekpressinya baik, sebaliknya jika qalbu nya buruk maka buruk pula ekpressi orang itu. Orang suka berkata; dalamnya laut dapat di duga, dalamnya hati siapa yang tahu ?
Isi hati manusia sungguh sangat sangat banyak dan beragam, diantaranaya adalah cinta. Dapat dipastikan bahwa tidak ada satupun keterangan yang obyektip tentang hati manusia yang berasal dari manusia, karena semua manusia bersifat subyektif, oleh karena itu keterangan yang paling obyektif tentang hati manusia hanya yang berasal dari sang Pencipta hati itu sendiri, yaitu Alloh SWT, dan keterangan itu ada di dalam kitab suci Al-Quran.
22 April 2012
Cemilan Sehat - Kacang Edamame (Kedelai Jepang)
EDAMAME bukanlah jenis tanaman kacang-kacangan, melainkan masuk ke dalam
kategori sayuran (green soybeen vegetable). Di Jepang, negara asal kedelai ini,
edamame termasuk tanaman tropis dan dijadikan sebagai sayuran serta camilan
kesehatan.
Kedelai ini dikategorikan sebagai Healthy Food.
Bahkan di Amerika digunakan sebagai bahan baku produk
kecantikan kulit serta wajah.
Kacang Edamame (Vegetable Soybean) atau sering
disebut dengan kacang Jepang sedang menjadi trend camilan sehat. Selain kaya
vitamin A, kacang ini juga tinggi protein dan serat.
Orang Cina menyebut kacang ini dengan sebutan
‘Mau Dou’, namun jika dilihat dari muasal namanya, kacang edamame berasal dari
bahasa Jepang, dari kata ‘Eda’ yang berarti cabang dan ‘Mame’ yang artinya
kacang. Atau bisa diartikan buah kacang yang tumbuh di bawah cabang. Sedangkan
masarakat Eropa menyebutnya sebagai Green Soybean, Sweet Soybean atau Vegetable
Soybean.
Selain enak untuk campuran salad, sup maupun
ditumis, keluarga kedelai ini juga lezat dimakan sebagai cemilan dengan cara
hanya direbus dengan tambahan sedikit garam. Ditilik dari sisi nutrisinya,
kandungan gizi kacang edamame sarat akan gizi. Selain protein, vitamin, lemak,
dan karbohidrat, edamame juga mengandung beragam mineral esensial, Kacang ini juga
kaya akan serat yang dapat memperlancar proses pencernaan dan mencegah
timbulnya kanker kolon.
Anda tertarik
mengolah kacang ini sebagai camilan? Caranya sangat mudah, didihkan air dengan
sedikit garam dan gula pasir. Rebus kacang edamame hingga matang. Angkat,
tiriskan. Siram dengan air dingin matang agar warna kulit tetap terlihat hijau
segar.
Camilan Sehat
Bagi Anda Yang
Mengutamakan Rasa dan Manfaat Kesehatan
Butiran Kedelai
Jepang Edamame (tanpa kulit)
Kedelai Jepang
Edamame (dengan kulit)
EDAMAME mengandung
berbagai zat berkhasiat untuk kesehatan. Merupakan satu-satunya sayuran yang
mengandung semua dari 9 jenis asam amino esensial yang dapat menstabilkan kadar
gula darah, meningkatkan metabolisme dan kadar energi dan membantu membangun otot
dan sel-sel sistem imun. Selain itu, EDAMAME juga mengandung isoflavon, beta
karoten dan serat.
APA BEDANYA EDAMAME
DENGAN KEDELAI BIASA ?
1. Edamame lebih
mudah dicerna daripada kedelai biasa, karena Edamame memiliki kadar Trypisin
Inhibitor yang lebih rendah dan lebih menyehatkan. Edamame dipanen saat umur
tanaman masih muda.
2. Edamame sarat
dengan nutrisi dan kaya kalsium. Kandungan proteinnya 16%, hampir 2 kali lipat dari yang terkandung dalam
kacang buncis.
3. Edamame bijinya
lebih besar. Dikonsumsi sebagai camilan sehat sehari-hari. Di Jepang tingkat
kebutuhan Edamame saat tinggi.
TAHUKAH ANDA ?
• Hanya Edamame yang
mampu menandingi kandungan protein yang terdapat dalam daging, telur, dan susu.
• Hanya Edamame yang
mempunyai kandungan Isoflavones yang paling banyak, yang bertindak sebagai
Phytoestrogen, yang sangat berperan sebagai pencegah kanker, osteoporosis dan
menunda masa menopause.
• Hanya Edamame yang
mempunyai kandungan protein terlengkap, meliputi 9 asam amino penting.
MANFAAT EDAMAME
1. Protein Edamame
mengurangi kolesterol (menghindari penyakit jantung)
2. Kalsium Edamame
membangun kembali kepadatan tulang
3. Isoflavones Edamame
mampu mencegah kanker dan menopause menjadi mundur
4. Edamame camilan
non kolesterol dan bisa menggantikan protein pada daging, telur dan susu
5. Mengatasi
Intoleransi Laktosa
6. Makanan/ minuman
untuk penderita autisme
7. Makanan/ minuman
untuk vegetarian
8. Mengurangi kadar
kolesterol darah
9. Mencegah
Arteriosklerosis, Hipertensi, Jantung Koroner, dan Stroke
10. Mencegah
diabetes melitus (penyakit kencing manis)
11. Hambat Menopause
dan Cegah Osteoporosis
12. Mencegah
Migraine/ migrain/ migren/ sakit kepala sebelah
13. Makanan/ Minuman
Anti Kanker
14. Mencegah Penuaan
Dini
Kami menyediakan :
Kedelai Jepang (Edamame)
beku (dengan kulit)
Rasa Asin (Salted) Rp
12.000 (500 gram/pak)
Rasa Tawar (Original) Rp
12.000 (500 gram/pak)
Produk Edamame ini diproses dengan seleksi
ketat. Setelah dipanen, edamame diolah menggunakan air mendidih dan dibekukan
secara cepat dalam kondisi pabrik yang higienis.
Penyimpanan :
Produk ini adalah
produk makanan beku (frozen food). Harap disimpan dalam pendingin pada suhu (di
bawah) -18 derajat Celcius. Edamame siap dikonsumsi setelah dicairkan.
Saran Penyajian:
Angin-anginkan
sebentar dan Anda bisa segera menikmati edamame yang menyehatkan. Edamame bisa
langsung di makan (tanpa direbus lagi) sebagai camilan, bisa juga dijadikan
minuman jus (juice), atau bahkan diolah bersama masakan (sup, soup, nasi
goreng, salad, gado-gado, tumis, dan lain-lain tergantung kreativitas Anda).
Langganan:
Postingan (Atom)
Lumpur Surga
Bismillahirrohmanirrohim... Baru pertama kali bikin Lumpur Surga, setelah sekian bulan pingin bikin karena melihat postingan moms Iren. Alha...
-
Bagi para pecinta kopi, pasti sebel jika bikin kopi ampasnya lama banget mengendapnya. Berikut ada trik agar ampas kopi segera mengendap ...
-
Siang hari ini... Hadiah yang saya tunggu-tunggu telah datang... Alhamdulillah... Terima kasih Kejumooo hadiah sebagai salah satu ...
-
Bagi yang hobby memasak atau membuat kue, pasti sering membaca atau membuat resep dengan menggunakan ukuran takaran seperti 1 sendok makan...


